Baca lewat email biar asik ->

Tampilkan postingan dengan label Android. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Android. Tampilkan semua postingan

Kamis, 24 Oktober 2013

BBM Akan Hidup, Handset Blackberry Tidak!


2 hari ini dunia OS sedang diinvasi oleh aplikasi chat bernama Blackberry Messenger. Ya, BBM akhirnya benar-benar hadir untuk OS Android dan iOS. Bisakah kamu bayangkan BBM yang dulunya hanya nongol di handset Blackberry sekarang nangkring di ponsel-ponsel China Android? guepun tidak pernah membayangkan sejauh itu dulu.

Di suatu hari, sekitar medio 2005, gue pernah membaca di salah satu majalah IT terkenal bahwa Blackberry adalah handset jagoan para pebisnis. Beginilah bentuk handset Blackberry yang dulu membuat saya kagum karena kesan eksklusif dan penampilan modernnya.


Darisana pengetahuan gue terbuka tentang "smartphone", saat itu gue baru tahu bahwa ada sebuah ponsel yang cara kerjanya sama dengan komputer yaitu memiliki OS. Selain Blackberry, gue kenal Palm Treo dan ponsel-ponsel bermerk O2 yang ditenagai OS Windows Mobile, untuk O2 saat itu lumayan populer dimana seingat gue beberapa teman memakainya karena label "smartphone" yang tertancap.


Waktu terus berlalu, gue sedikit terkejut melihat perubahan blackberry yang dulunya hanya dipakai kalangan pebisnis bergeser ke masyarakat umum. Walau begitu, kesan eksklusif ini masih hadir di Blackberry karena biasanya orang membeli blackberry karena ada fitur BBM, sebuah layanan perpesanan yang khusus untuk Blackberry. Menurut gue pribadi, orang yang membeli Blackberry saat itu memang memburu BBM, tak lebih.

Dunia mulai mengenal iPhone di 2007 dan saat itu iPhone bak sebuah barang dengan konsep gila. Bagaimana tidak, ketika merk lain memunculkan handphone dengan keypad fisik, iPhone malah menghilangkan semua bayangan orang tentang bagaimana sebuah ponsel. Ditambah lagi mengenalkan konsep aplikasi yang bisa diunduh melalui storenya, berikut dengan lagu yang bisa dibeli di tempat yang sama. Dunia mulai terbelalak dengan konsep baru buah pemikiran si jenius Steve Jobs.


Tak jauh darisana, sebuah raksasa sedang menyiapkan konsep tandingan (dan mungkin agak meniru) untuk menguasai pasar mobile yang saat itu masih milik Blackberry dan iPhone. Google, nama raksasa itu, sedang mengembangkan Android dengan konsep sebuah operating system yang bisa dipakai di ponsel mana saja. Berbanding terbalik dengan iPhone yang memakai OSnya sendiri hanya di handsetnya, Android malah sebuah konsep OS Open Source yang boleh dipakai siapa saja.

Benar saja, Google mengeluarkan Android perdananya hasil kerjasamanya dengan HTC yang dinamai HTC Dream. Android menamai setiap versi OS yang diusungnya dengan nama kue. Dunia mulai melirik Android yang tampilannya mirip iOS, walaupun iOS tetap tak tertandingi dari segi kecantikan desainnya. Android meniru konsep iTunes Store dengan mengeluarkan Android Store yang akhirnya sekarang kita kenal dengan Google Playstore. Bagaimana kabar Blackberry? di kala pesaingnya sibuk mengembangkan inovasi-inovasi baru, Blackberry pede dengan jualan BBMnya dan tidak memprioritaskan riset untuk menemukan hal baru. Bahkan Blackberry terkesan angkuh karena tak bergeming sedikitpun walaupun spesifikasi smartphone yang dikeluarkan baik Android dan iOS semakin gila.

Satu hal yang lama-kelamaan membunuh Blackberry adalah Android.Jelas si robot ijo ini terlalu menjulang tinggi sehingga Blackberry sampai melorot ke posisi 4 Operating System yang paling banyak digunakan. Lihat saja data mentereng Android per 7 Agustus 2013.


Blackberry bahkan bisa dikalahkan oleh Windows Phone. Celakanya Blackberry tidak bisa memprediksi hal ini, lihat saja begitu lambatnya keluar inovasi baru berupa OS BB10. Banderol mahal untuk handset ber BB10 adalah salah satu blunder besar dikala user sudah disediakan 2 pilihan pasti yaitu iOS dan Android. User yang ingin mahal dan berkelas tentu memihak Apple, sedangkan user yang ingin harga bervariasi sesuai spesifikasi yang didapat tentu memilih Android, lalu dimanakah posisi Blackberry?

Blackberry bingung memposisikan dirinya dan mengira BBM masih menjadi jualan bagus. Perusahaan ini lupa jika BBM hanya bermain di handset Blackberry dan pengguna non Blackberry bukannya tidak punya alternatif lain untuk media chatnya. Blackberry mulai bingung dan terus menerus menelan pil pahit kuarter demi kuarter.

Sebut saja per 21 September 2013, dilansir dari Ars Technica, Blackberry dilaporkan mengalami kerugian sebanyak US$ 1 miliar atau sekitar Rp 11,345 triliun. Terakhir, seperti yang gue lansir dari TechCrunch, Blackberry mesti memecat 250 karyawannya yang merupakan bagian dari departemen R & D. Bukan sebuah langkah mengejutkan Blackberry akhirnya melepas BBM ke iOS dan Android, perusahaan ini sudah terdesak untuk melakukan monetisasi dari penjualan handset dan cuma BBM harapan satu-satunya menyelamatkan muka Blackberry.


Ketika BBM diluncurkan untuk Android dan iOS beberapa hari lalu, mulai timbul pertanyaan masa depan handset Blackberry. Bagaimana mungkin handset Blackberry tidak ditinggalkan ketika BBM sudah bisa dipakai di handset selain Blackberry. Bagaimana mungkin orang-orang akan bertahan dengan layanan BIS yang mengharuskan mereka membayar paket untuk menikmati BBM ketika ada handset Android yang harganya di bawah 2 juta dan dengan lancar mengoperasikan BBM. Pelan tapi pasti, handset Blackberry akan ditinggalkan, kecuali orang-orang fanatik dan beberapa orang yang masih mengira blackberry baik-baik saja.

Sedikit memalukan memang, tetapi patutlah user Blackberry berterima kasih pada Android dan Apple karena pengguna BBM di OS tersebutlah yang akan mengangkat kembali pamor Blackberry, walau kali ini tampaknya sebagai penyedia aplikasi chat dan tidak lagi laku di smartphone.

Menarik bahwa ada beberapa status pemilik Blackberry di sosial media yang mengatakan user Android dan iOS sebenarnya juga tertarik memakai BBM, tetapi beruntunglah mereka tertarik, jika tidak...BBM hanya tinggal sejarah.

16.25 by Putu Hadi · 4

Selasa, 22 Oktober 2013

Akhirnya BBM For Android Muncul di Playstore


Insiden 21 September memunculkan pertanyaan apakah benar BBM batal dirilis. Tetapi pagi ini akhirnya BBM resmi dikeluarkan di Android. Beritanya bisa dicek disini dan penampakannya bisa dilihat di bawah ini :



Untuk mendownloadnya, kamu bisa langsung masuk ke www.bbm.com lewat browser di device masing-masing. 1 hal yang kurang sreg dari BBM adalah tidak bisanya tablet 7" gue menginstall aplikasi ini. Aneh mengingat di FAQ malah dicantumkan bahwa BBM akan berjalan di device maksimal 7".


Bayangkan, KAKAO, LINE, Whatsapp, tidak pernah memakai batasan ukuran layar untuk tablet Android. Mungkin di waktu yang akan datang, BBM akan diupdate dan bisa berjalan sesuai FAQ yang diberikan (mengingat saya sudah mengeluh langsung ke BBM)

Satu hal lagi yang banyak dikeluhkan pengguna dilihat dari review, ketika kamu mendaftar PIN BBM tidak serta merta berjalan lancar karena masih harus menunggu konfirmasi untuk memakai BBM. Apapun kekurangannya, mari ucapkan selamat datang untuk BBM di rimba raya Android yang sudah lebih dulu dipenuhi pemain-pemain raksasa :D

05.41 by Putu Hadi · 0

Jumat, 18 Oktober 2013

Samar-samar, BBM For Android Muncul Dalam Waktu Dekat?


Beberapa hari belakangan ada hal menarik yang terjadi, walaupun sebenarnya bukan inti dari tulisan kali ini. Para pengguna BB seolah mengejek pengguna Android yang menunggu-nunggu BBM, jangan saja sampai terjadi gontok-gontokan antara pengguna gadget karena semua OS punya penggemarnya masing-masing.

Masih ingat 19 September lalu ketika Blackberry Launching dengan mengundang para wartawan dan pentolan-pentolan teknologi di Indonesia? Ya, Blackberry dengan sangat pede mengatakan bahwa BBM for Android dan iOS akan diluncurkan masing-masing 21 dan 22 September. Ini sebuah launching resmi dan disaksikan plus diberitakan ke seluruh penjuru dunia. Tagline yang diusungnya yaitu BBM for Everyone yang berarti BBM sudah siap untuk dilaunching pada tanggal yang dimaksud.


Dan apa yang terjadi? Awalnya Blackberry berjanji bahwa BBM for Android akan diluncurkan tepat jam 18:00 WIB tanggal 21 September. Tetapi konyolnya sampai sekarang aplikasi BBM resmi tak sekalipun tampak di Playstore. Malah BBM for iOS muncul duluan di iTunes Store (padahal harusnya 6 jam lebih lambat). Usut demi usut, melalui blog resminya Blackberry berdalih bahwa penyebab gangguan teknis yang berakibat lambatnya peluncuran BBM for Android adalah gara-gara banyaknya yang memakai aplikasi BBM tak resmi (berupa APK) yang memang pada waktu itu banyak yang berhasil menembus pendaftaran dengan memakai PIN.

1,1 juta user baru adalah angka fantastis, bayangkan saja karena Whatsapp mengklaim penggunanya mencapai 200juta. Ini berarti pengguna BBM meningkat begitu luar biasa hanya dalam semalam, what a big win! Sayangnya hal ini tidak berlanjur dengan diterimanya 1,1 juta user tersebut karena PIN yang terdaftar dari aplikasi tak resmi diblokir akibat alasan server yang tidak kuat.

Setelahnya, BBM for Android tak kunjung muncul bahkan BBM for iOS yang duluan nongol di iTunes Store malah ditarik kembali dengan alasan yang sama, akibat ketidakstabilan sistem. Account Twitter BBM sampai saat ini tidak mentweet berita-berita terbaru kecuali janji-janji lama yang berisikan Blackberry akan terus berupaya menghadirkan BBM for Android secepat mungkin.

Lalu Bagaimanakah Nasib BBM di Android?

Sempat beredar kabar bahwa BBM Multiplatform tidak akan dilanjutkan akibat pemilik Blackberry yang baru tidak mengkehendaki aplikasi ini dibuka untuk operating system lain. Blackberry sendiri keukeuh bahwa mereka masih menyelesaikan kendala teknis yang terjadi agar BBM For Android bisa keluar secepatnya dan dinikmati para pengguna Android.

Kabar tersebut bukan isapan jempol, BBM for Android akhirnya kembali ke tahap beta. Kamu bisa lihat sendiri beritanya di situs crackberry. Kalau dalam siklus pembuatan sebuah sistem, maka kembali ke tahap beta merupakan kemunduran karena bisa berarti memulai dari 0 kembali. Dan kalau ditebak-tebak, paling cepat BBM for Android dan iOS akan diluncurkan dalam hitungan bulan (lagi).

Tetapi harapan muncul lagi ketika CMO Blackberry,Frank Boulben, mengatakan kepada Reuters bahwa kemunculan Blackberry di PlayStore hanya dalam hitungan hari. Tetapi kita tidak bisa memegang apa yang ia katakan karena dulu saja Blackberry melaunching besar-besaran dengan mengeluarkan tanggal pasti tetapi hasilnya? apalagi dengan klu "dalam waktu dekat" sepertinya kemunculan BBM semakin gelap.


Jika gue prediksi dengan itung-itungan logika, sebenarnya agak susah menebak kapan Blackberry akan meluncurkan BBM karena kali ini benar-benar gelap tidak seperti kasus-kasus kemarin. Tetapi jika saja Blackberry tidak meluncurkannya di bulan ini, maka sepertinya tidak akan gampang mengejar ketertinggalannya dengan platform chat lain. Jadi, siap bersaing atau tidak Blackberry?

16.49 by Putu Hadi · 0

Sabtu, 07 September 2013

Apa Maksud Add Pin Blackberry di Kakao Talk?


Kakao Talk belakangan memang berhasil menyamai kedigdayaan LINE walaupun Whatsapp masih belum sama sekali tersentuh di atas. Tengok aja berapa iklan Kakao Talk dalam sehari yang dibintangi NOAH dan bandingkan dengan makin berkurangnya iklan LINE di televisi. Alhasil, jumlah pengunduh Kakao Talk memang naik drastis semenjak Ariel menjadi penggoda para user untuk memakai platform chatting ini.

Kalo menurut gue baik LINE dan Kakao Talk memang punya penggemarnya masing-masing, tetapi gue lebih senang make LINE karena stickernya banyak dan kebetulan temen juga entah kenapa sering nongol di LINE ketimbang KAKAO TALK. Padahal notification yang lebih gue tunggu adalah KAKAO TALK dengan bunyi suara unyu-unyunya.

Kemarin gue baru aja update Kakao Talk dan seorang temen gue menemukan keanehan setelah update. Dia tiba-tiba saja bertanya "Apa fungsi Add Blackberry PIN di KAKAO TALK?" , gue langsung ke TKP dan menemukan bahwa KAKAO TALK memang memberikan pilihan Add Blackberry PIN pada opsi tambah teman lewat pencarian IDnya. Coba tengok deh di bawah ini :


Ketika gue search dengan salah satu PIN Blackberry temen gue, eh dianya kagak nongol di hasil search. Lalu apa maksud opsi tambah teman via PIN BB ini? apakah sekedar nge-troll atau memang KAKAO bekerjasama dengan BBM untuk chatting lintas platform saat BBM diluncurkan di Android dan iOS akhir September nanti? mungkinkah itu terjadi mengingat keduanya sedang bersaing? gue juga gak tahu, kita tunggu aja berita selanjutnya.



04.36 by Putu Hadi · 1

Sabtu, 13 Juli 2013

Jika BBM ke Android dan iPhone, Masihkah Kamu Akan Membeli Blackberry?


Itu pertanyaan lanjutan dari peristiwa BBM alias Blackberry Messenger yang konon katanya paling lambat akhir Summer Canada nanti akan masuk ke Android dan iPhone. Sebuah langkah berani atau sebenarnya gamang antara percaya diri dan malah menjual diri karena bisa jadi BBM Multiplatform ini adalah pertaruhan terakhir Blackberry untuk mendulang keuntungan.

Seperti gue kutip dari Dailysocial.net:
BlackBerry kembali membukukan kerugian untuk periode kuartal pertama tahun fiskal 2014 yang berakhir 1 Juni 2013. Meskipun mengalami kenaikan pendapatan 15% dibanding kuartal sebelumnya, mencapai $3.1 miliar, BlackBerry mencatat kerugian $84 juta.
Ini menjadi sebuah bukti bahwa pengguna device Blackberry populasinya semakin sedikit ketimbang Android dan iPhone. Menarik dalam beberapa bulan ini gue ditanyai beberapa orang tentang pembelian smartphone. Seperti biasa, gue menjelaskan dengan lengkap apa untung rugi membeli sebuah smartphone ber-OS Android, Blackberry, iOS, atau Windows Phone. Terakhir, gue menginformasikan jika BBM akan masuk paling lambat akhir tahun 2013 ini ke Android dan iOS. Lalu muncullah pertanyaan galau, terutama bagi seseorang yang niatan awalnya membeli Blackberry yaitu :

"Masihkah saya harus membeli Blackberry?"

Pertama, gue bukanlah geek yang membela salah satu OS sampai bertengkar dengan pengguna OS lain di forum-forum teknologi. Honestly, gue membuka diri dengan segala OS di dunia ini mulai dari Symbian sampai Android. Artinya gue mau mencoba segala OS dengan tujuan mengetahui segala kekurangan dan kelemahannya agar gue bisa membeli barang yang tepat.

Saat ini, gue memegang 3 gadget (1 iOS dan 2 Android beda versi). Perlu diingat bahwa gue memang condong ke Android, hanya tidak menutup kemungkinan memakai OS lainnya. Android hanya sebuah OS yang tepat untuk memenuhi kebutuhan gue. Oke, segitu dulu pembukanya agar kamu yang membaca ini tidak menganggap gue seorang geek yang menyerang OS tertentu dengan alasan konyol.

Kembali ke pertanyaan awal : "Masihkah saya harus membeli Blackberry?". Sekarang anggap saja Blackberry Messenger sudah hadir di Playstore dan Apple Store. Maka menurut gue, ada 2 kemungkinan yang bisa kamu pilih untuk menentukan apakah kamu masih harus membeli Blackberry atau tidak. Gue membuat 2 kemungkinan ini dari segala sisi terutama efisiensi pemakaian budget. Masalah selera dieleminasi.

Kemungkinan #1 : Budget < 4 Juta


Di rentang budget seperti ini, beberapa orang cenderung ingin membeli tipe Blackberry seperti Blackberry Bellagio, Storm, Curve, atau Torch. Apa yang kamu dapatkan dari Smartphone itu? Sebuah device dengan Prosesor maksimal 1,2 Ghz dan rataan RAM 700an MB. Prosesor adalah otak dari gadget, sedangkan RAM sederhananya adalah tempat sementara menampung aplikasi-aplikasi yang berjalan. Artinya jika semakin besar keduanya, maka dipastikan kekuatannya semakin mumpuni.

Kali ini buang iPhone karena di rentang ini kamu tidak akan menemukan jajaran iPhone terbaru dengan harga rendah (kecuali second tentunya). Dengan budget segitu, cobalah sedikit membuka matamu untuk gadget Android. Misalnya kamu buka Teknoup Store dan cek apa yang kamu dapat dengan budget segitu. Harusnya, kamu bisa mendapatkan gadget dengan kekuatan yang mirip bahkan dengan harga yang lebih murah. Cek link ini jika kamu memang penasaran apakah memang Bellagio itu secanggih yang kamu pikirkan : http://www.gsmarena.com/compare.php3?idPhone1=4332&idPhone2=5279


Masih belum cukup? mari kita bandingkan Torch dengan Sony Xperia XP (tidak SAMSUNG lagi karena saya bukan agen SAMSUNG :D), cek di link ini : http://www.gsmarena.com/compare.php3?idPhone1=3723&idPhone2=5364. Bandingkan Apple to Apple kedua gadget tersebut dan temukan sebenarnya mana yang lebih "pintar".


2 perbandingan tadi menurut gue cukup untuk menyimpulkan betapa beda tipisnya kecanggihan kedua gadget tersebut dengan perbedaan harga yang terbilang "tebal". Untuk yang kedua dengan harga yang tipis malah terjadi perbandingan yang "tebal". Itu juga berarti dengan budget sebesar pembelian Bellagio, kamu sebenarnya malah punya banyak pilihan di Android dengan spesifikasi lebih canggih. Got that point?

Selanjutnya, tahukah kamu bahwa OS BB di bawah BB10 semuanya masih harus memakai Blackberry Internet Service?(termasuk OS 7). Jika kamu jeli, maka sebenarnya harga paket Blackberry itu sangat mencekik. Jika tidak percaya, maka tanyakanlah pada pengguna Android tentang apa yang mereka dapat dengan uang Rp. 25.000. Sudah pasti suatu layanan yang jauh lebih murah ketimbang paket Blackberry karena tidak ada yang namanya paket Android. Pilih salah satu paket di operator lalu selanjutnya internet dan segala aplikasi bisa dipakai sepuasnya dengan kuota atau volume sebagai pembatas.

Kemungkinan #2 : Budget > 4 Juta


Sekarang kamu patut bingung karena sebenarnya apapun bisa dibeli dengan budget segini. Kalau kamu masih ingin membeli Blackberry maka itu adalah pilihan yang terbilang bagus karena di segmen ini sudah ada Blackberry Z10, Q10, dan Q5. Tapi tunggu, cobalah lirik iPhone 5 yang cantik, simpel, dan didukung aplikasi yang berlimpah. Di Android, kamu bisa memilih jajaran elit seperti Samsung Galaxy S4, Xony Xperia Z, HTX One X, LG Optimus Pro atau si pendatang baru Oppo Find 5.



Di tahap ini, gue sendiri susah menentukan pilihan akan di jatuhkan ke Smartphone dengan OS mana karena ketiganya dari segi spesifikasi sama bagus. Tadi gue mengatakan membuang faktor "selera", tetapi untuk hal ini gue akan meyakinkan bahwa jika keinginanmu kuat membeli Blackberry dan budgetnya cukup maka pastikan pilihanmu membeli jajaran BB10 di atas.

Gue hanya memasukkan masing-masing kelemahan jika kamu ingin berpikir ulang :

- iPhone memang kuat di aplikasi karena jumlahnya tentu akan selalu di atas Android dan Blackberry karena tidak ada pengkotak-kotakan versi OS, namun menurut gue tidak cocok untuk user praktis yang sudah terbiasa "plug and play". Setiap ingin memasukkan video dan musik, mau tak mau harus lewat iTunes. Kalau bagi kamu tidak masalah, pilihlah produk Apple ini.

- Android memiliki aplikasi yang berlimpah walau masih kalah dengan Apple. Memindahkan video dan musik semudah memakai flashdisk yang biasa kamu lakukan. Sayang segmentasi di Android begitu kuat sehingga para developer aplikasi lebih cenderung memberikan aplikasi terlebih dahulu ke App Store ketimbang Google Play. Selain itu tampilan aplikasinya bisa beda-beda di setiap smartphone akibat terlalu banyak merk Android yang membuat para pengembang harus memperhatikan banyak hal. Sekali lagi, jika itu tidak masalah maka silahkan beli Android.

- Blackberry 10 adalah tonggak baru Blackberry karena hadir bukan dengan sekedar wajah baru. BIS sudah tidak berlaku di OS BB10 karena memakai paket data biasa. Inovasi Blackberry di OS terbarunya jauh lebih maju jika dibandingkan dengan OS Blackberry sebelumnya. Sayang Blackberry belum bisa berbicara banyak di aplikasi, masih terlalu jauh dibandingkan dengan Android dan iOS.

Gue tidak pernah membeli Blackberry tetapi pernah menggunakannya beberapa kali, jadi jangan meminta gue menjawab pertanyaan yang kita bahas sekarang. Paparan sebelumnya harus menjadi dasar kamu membuat keputusan membeli atau tidak. So, seandainya BBM masuk Android dan iPhone, masihkah kamu akan membeli Blackberry?

06.27 by Putu Hadi · 2

Minggu, 30 Juni 2013

Sabar, Blackberry Messenger Memang Belum Launching!


Setiap orang memang sedang menunggu peluncuran Blackberry Messenger di Android karena itu adalah tonggak baru untuk chatting di dunia mobile. Hal ini dimanfaatkan banyak pihak untuk mengeruk keuntungan dengan mengaku-ngaku sebagai website penyedia Blackberry Messenger atau membuat aplikasi gadungan.

Sempat beredar isu secara masif bahwa Blackberry Messenger akan diluncurkan pada tanggal 27 Juni 2013, situs sekaliber Teknoup sampai menerima mentah-mentah berita dari Twitter @TMobileUK lalu memberitakannya di website. Belakangan Blackberry akhirnya membantah jika peluncuran dilakukan di tanggal tersebut. Bagi sebagian orang, tanggal tersebut masih menjadi harapan sampai akhirnya kemarin memang tidak ada sama sekali aplikasi BBM nongol di Playstore dan iTunes.

Pun begitu masih saja ada 1 website dan 1 aplikasi yang nongol untuk mengambil keuntungannya. Berawal dari melihat sebuah foto seorang teman tentang hitung mundur Blackberry Messenger, ada rasa tidak percaya karena situs-situs besar Theverge, Mashable, atau TechCrunch sama sekali tidak memberitakannya. Ini situs meragukan yang menampilkan berita Blackberry Messenger akan bisa didownload tak lama lagi :

http://www.bbm-for-iphone.co.uk/

Gue walaupun udah tau ini pasti boongan, mencoba mendownload apa sih yang sebenarnya disediakan. Dan ternyata link downloadnya mengarah ke E-Buddy Pro Messenger.

Kedua, di Playstore muncul lagi aplikasi berbayar yang ngasi link ke http://us.blackberry.com/bbm.html. Memang deskripsi aplikasi sudah mengatakan bahwa aplikasinya hanya akan memberikan link tetapi yang ngeselin itu aplikasinya berbayar. Jelas ini adalah sebuah untung-untungan si pembuat aplikasi, jika user salah paham maka melayanglah uangnya ke app gak berguna.


Playstore memang agak lemah, moderasi dilakukan setelah aplikasi masuk. Namun tidak jelas juga apakah Google akan menghapus aplikasi-aplikasi semacam ini yang walaupun bukan malware tetapi mengambil untung dari kesalahpahaman usernya.

Jadi kapan Blackberry masuk Android? apakah ini HOAX sehingga lama tak muncul juga? Ingat, Blackberry mengatakan bahwa BBM akan masuk "This Summer" yang berarti sekitaran Juni-September. Dan Blackberry memang tidak pernah berjanji dengan suatu tanggal bukan? jadi..bersabarlah pengguna Android dan Apple, hari itu pasti akan tiba :D

05.12 by Putu Hadi · 0

Minggu, 16 Juni 2013

Samsung Galaxy Tab P3100 Kebagian Jelly Bean


Berita gembira bagi pengguna Samsung Galaxy Tab P3100, kemarin sebelum gue tidur tiba-tiba ada notifikasi bahwa upgrade software sudah tersedia. Gue langsung yakin kalo ini adalah upgrade bukan sekedar update software. Yang berarti bahwa OS semula Ice Cream Sandwich akan menjadi Jelly Bean. Beberapa jam kemudian, upgrade akhirnya selesai dan benar bahwa Samsung telah memberikan update Jelly Bean ke Galaxy Tab P3100 untuk pengguna Indonesia.

Yeah, My S-Vee (nama gadget gue, oke sebenernya males banget nyebutnya) akhirnya bertransformasi menjadi Jelly Bean yang keren, berikut dikasi deh foto-fotonya:
folder ditata cantik
yeeeey 4.1.2
Google Now serasa kayak Jarvisnya IRON MAN

notifikasi pindah ke bagian atas


Oke, segitu aja deh dulu updatenya. Bagi yang punya gadget ini, buruan deh diupdate :D

21.31 by Putu Hadi · 1

Selasa, 21 Mei 2013

Blackberry Tampaknya Menyerah (Kompasiana, 17 Mei 2013)


Entah harus merasa senang atau sedih, mendengar keputusan Blackberry melepaskan Blackberry Messenger(BBM) ke pihak Android dan iOS seperti sebuah negara yang terlibat perang namun melucuti senjatanya sendiri di depan musuh.


Perang dunia mobile memang sudah terjadi di antara Android, iOS, Blackberry, dan Windows Phone. Tetapi, belakangan perang hanya terjadi antara 2 platform yaitu Android dan iOS, 2 nama terakhir hanya memperebutkan peringkat ketiga. Dalam data terbaru yang dirilis, tidak salah lagi bahwa robot ijo dan apel gigit yang menguasai pasar penjualan handphone pintar.


Blackberry memang dari awal mencanangkan dirinya sebuah perangkat eksklusif, menjual chat eksklusif, yang pada akhirnya menggerogoti dirinya sendiri.

Apple adalah pencetus pasar aplikasi dengan sedari awal mengandalkan App Storenya. Android berusaha mengejar Apple dengan membuat Playstore (awalnya bernama android market), dan sekarang usahanya berhasil dimana jumlah aplikasinya hanya berbeda sedikit (walau Apple masih lebih banyak) . Walau begitu, Apple dengan estetika desainnya masih trlalu tangguh untuk digerogoti Android dan seluruh rekanan pembuat Smartphone nya.

Blackberry seharusnya meniru Android yang berusaha mengejar Apple dengan segala inovasinya. Nyatanya tidak, Blackberry masih tetap dengan keyakinannya bahwa user akan setia dengan eksklusifitas yang diberikan.

Dalam beberapa tahun belakangan, user melakukan migrasi besar besaran ke Apple dan Android karena Blackberry mulai tampak kuno ketimbang pesaing-pesaingnya. Blackberry hanya mengandalkan BBM dan privasi data user yang diklaim terjamin aman. Dan jadilah pergerakan pengguna beralih ke OS selain Blackberry sangat besar di belahan dunia selain Indonesia. Ya, sepertinya hanya Indonesia lah pasar Blackberry paling empuk. Secara ajaib user di Indonesia tidak silau sama sekali dengan gegap gempita fasilitas yang diberikan Apple dan Android.

Blackberry akhirnya tersulut dikatakan sebuah device kuno yang mengandalkan BBM. maka dari itu mereka berinovasi dengan mengeluarkan OS BB10, yang sepertinya merupakan inovasi telat karena OS lain sudah berlari jauh dan memiliki komunitas kuat. Blackberry menjanjikan akan mendatangkan aplikasi aplikasi populer di Android dan memberikan harapan baru bagi user Blackberry bahwa OS kesayangannya tidak sejadul yang orang orang pikirkan.

Harga device Blackberry yang mengusung OS BB10 menurut saya amat mahal, 7 juta rupiah. Walau begitu BB Z10 diklaim ramai peminatnya sehingga Blackberry tak ragu untuk membuat device device ber OS BB10.


Ada 1 hal yang dilewatkan Blackberry bahwa yang sedang bersaing bukan hanya Android dan Apple tetapi aplikasi aplikasi yang sejenis dengan BBM di masing masing store. Blackberry tampaknya mulai sadar bahwa pengguna Whatsap, messaging multiplatform itu sudah mencapai 200 juta user, jauh di atas BBM yang diklaim hanya 60 juta.

Belum lagi persaingan di antara Whatsap, LINE, KAKAO TALK, dan WECHAT. Hutan rimba messaging sudah dikuasai pemain pemain baru yang tangguh dan penuh inovasi.


Blackberry hanya menunggu waktu untuk keruntuhannya jika hanya menjual eksklusifitas memakai BB karena user sudah cerdas bahwa BBM bukan satu satunya pemain dunia messenger. Suka tidak suka, mau tidak mau, tampaknya Blackberry ingin menyelamatkan finansial dan muka mereka pada user seluruh dunia. Jika BBM tidak dilepas, maka ia hanya akan menjadi messenger kuno yang hanya dipakai user itu itu saja.

Dan jadilah sang CEO harus mengumumkan dengan berat bahwa BBM akan masuk ke iOS dan Android dalam waktu dekat. Bukan karena sekedar memberikan layanan multiplatform, tetapi menurut saya adalah memperkuat brand Blackberry sendiri sebagai penyedia layanan chatting.

Lalu bagaimana nasib Blackberry sebagai pemroduksi smartphone? ada hal yang sangat menggelitik. Blackberry baru saja meluncurkan smartphone Q5 yang dikatakan akan cocok bagi negara berkembang. Smartphone ini akan menyambangi Indonesia di bulan Agustus dengan harga yang dianggap pantas : 4 jutaan rupiah. Sebuah keputusan aneh dimana secara berdekatan, BBM juga akan mampir di Android dan iOS. Ayolah blackberry, siapa yang butuh BB seharga 4 juta jika hanya dengan 1,1 juta saja kita mendapat smartphone dengan spec sama dan bisa memakai BBM?

Blackberry Q5, source : allthingsd.com
SAMSUNG Galaxy Chat ICS hanya 1,1 juta, source gambar : www.duniaku.net
Blackberry tampaknya menyerah untuk mempertahankan eksklusifitasnya.


11.25 by Putu Hadi · 1

Rabu, 17 April 2013

Panduan Membeli Tablet Yang Cihuy


Gue pernah membuat sebuah panduan membeli smartphone, kalo kalian ingat. Kemaren-kemaren gue juga membuat panduan memilih Phablet atau Smartphone biasa, inget? Kali ini gue mau meracuni kalian untuk beli tablet, lebih tepatnya membuat panduan membeli tablet yang pas buat kalian.

Keberadaan Tablet di tahun 2013 ini bener-bener racun, jumlahnya melebihi tablet-tablet di seluruh toko baik itu panadol, bodrex, dll. Kemaren gue sempet jalan-jalan ke Bogor, dimana-mana orang megang tablet tanpa mengenal umur. Makan di cafe buka tablet, nongkrong buka tablet, di pesawat juga buka tablet.

Nah kalo kamu salah satu yang kena racun pengen beli tablet, gue kasi saran paling cihuy sejagat raya agar gak salah memilih tablet karena gampang-gampang susah layaknya memilih pacar. Ada tablet yang cantik luarnya aja, dalemnya lemot. Ada tablet yang luarnya biasa aja, ternyata garang di dalam. Bahkan ada tablet yang dari outer maupun inner beautynya tokcer. Yah pokoknya pintar-pintar memilihlah..here we go..

Mau yang ukuran berapa?

Ini yang pertama mesti kamu tanyakan sama diri sendiri. Kamu mau yang ukuran berapa inch? 7? 10? 8? 36B? . FYI, tablet Android yang terpopuler ada di ukuran 7 inch. Menurut gue, ukuran berapa pun tablet tetep ngerepotin untuk dibawa. Tetapi tablet berukuran 7inch setidaknya bisa digenggam dengan lebih kuat dengan 1 tangan ketimbang tablet berukuran lebih besar dari itu. Urusan game, keduanya sama saja karena masih enak dipandang mata baik ukuran 7 maupun 10.


Untuk hal ukuran, gue susah mengatakan mana yang lebih bagus. Itu tergantung selera masing-masing karena ada yang suka make 10inch dan ada yang suka make 7inch. Kalo masih ragu, cobain aja pegang langsung tabletnya dan dikira-kira mana yang membuat kamu nyaman. Ingat, yang dipegang itu tabletnya jangan mbak-mbak SPGnya.

OSnya apa?

Kayaknya gue mesti persempit karena ini lebih tepatnya Android atau iOS? keduanya memang sangat bersaing dalam masalah pertabletan. Gue mencoba netral dalam menyarankan ini karena gue adalah pengguna keduanya. Jika kamu memilih Android, maka kamu bisa mendapatkan tablet dari yang berharga murah sampe yang berharga mahal. Masalah Aplikasi, maka jumlah aplikasi Android sudah bersaing dengan iOS sebanyak 700ribu aplikasi di Google Play.


Yang gue suka dari Android adalah caranya yang gak ribet dalam masukin musik karena tinggal copy dan paste. Tabletmu persis berfungsi layaknya flashdisk. Selain itu kalo kamu doyan nonton pelm dengan subtitle yang terpisah, di Tablet Android kamu tinggal samain nama file subtitlenya dengan file filmnya maka kamu sudah bisa menonton dengan tenang.

Bagaimana dengan Tablet besutan Apple? Pilihannya tidak banyak karena hanya ada merk iPad dengan berbagai varian. Di iOS kamu bisa menemukan sekitar 775ribu aplikasi, lebih banyak dari yang disediakan oleh Android. Sensasi memakai tablet besutan Apple tentu sangat berbeda karena sudah pasti kamu mendapatkan kesan "mewah" dan yang pasti tidak pasaran. Entah hanya perasaan saya saja atau beneran, kamera setiap produk Apple terasa lebih garang ketimbang produk lain.

Satu hal yang minus dari iPad yaitu ribetnya masukin lagu apalagi pelm. Masalahnya jembatan memasukkan apa-apa ke setiap produk Apple itu adalah iTunes, yang berarti setiap masukin lagu maka harus disingkronisasi dulu, begitu juga masukin film. Sebagai catatan, kamu harus menggabungkan dulu subtitle filmnya dengan file filmnya baru bisa menonton dengan subtitle. Ribet kan? tetapi keribetan ini toh kayaknya cuma di negara kita, emangnya orang Eropa dan Amerika suka nonton bajakan? gak juga kan :p

Storagenya berapa?

iPad tidak mengijinkan memori tambahan, maka dari itu mau tidak mau kamu harus membeli jenis iPad yang penyimpanannya sesuai dengan yang kamu inginkan. Berbeda dengan iPad, tablet Android memberikan ruang untuk menambah penyimpanan. So, pilih yang mana?

Konektivitas

Perhatikan apa yang kamu perlukan dalam konektivitas. Jika kamu lebih sering memakainya di rumah, dan rumahmu ada hotspotnya, better lebih memilih tablet hanya dengan wifi. Beda halnya jika kamu adalah orang dengan mobilitas tinggi, sebaiknya pikirkan untuk membeli tablet yang bisa dimasukin GSM card. Ada tablet yang memiliki konektivitas lengkap, bahkan bisa pake nelpon segala walaupun emang agak alay nelpon pake tablet.

Kamu gak punya banyak uang..maka belilah...

Ini masalah klasik banget yaitu uang. Banyak diantara kamu pengen punya tablet tapi makan di warteg aja masih toge sama dadar. Oke, kalo kamu bener-bener pengen tablet, sekedar petantang petenteng sana-sini bawa tablet biar keren..maka belilah tablet berukuran 7inch yang harganya gak mahal-mahal amat(di bawah 2 juta). Jangan beli iPad jenis apapun, nanti kamu cuma bisa makan remah gorengan di warteg.

Tablet di segmen ini lumayan banyak. Ada yang sudah terkenal merknya seperti ASUS, AXIOO, dan ACER sampai dengan merk yang hampir gak pernah kedengeran. Yeah, "you get what you pay dude", walaupun begitu setidaknya kamu punya tablet dan merasakan enaknya tabletan.

Sampe jumpa di panduan-panduan cihuy berikutnya

20.40 by Putu Hadi · 4

Kamis, 04 April 2013

5 Aplikasi Android Favorit Lookj


Semakin lama punya Android, aplikasi keluar masuk tanpa gue ingat apa saja yang pernah diinstall dan apa saja yang pernah diuninstall saking banyaknya. Tetapi dari sekian banyak aplikasi, ada beberapa yang favorit dan gak pernah diuninstall karena fungsinya yang memang sesuai dengan kebutuhan gue. Mungkin kamu juga punya kebutuhan yang sama, mari kita simak aplikasi apa saja yang gue suka :

1. Whatsapp

Diantara sekian platform chatting, gue cuma suka Whatsapp. User Interface yang sudah diperbaiki menjadi semakin modern membuat gue betah di Whatsapp ketimbang platform lain seperti KakaoTalk, WeChat, dan LINE. Hanya 1 saja kekurangan Whatsapp yaitu hanya gratis selama setahun. Bagi gue, hal ini sudah tertangani karena bisa bayar pake kartu kredit. Namun bagi pengguna tanpa kartu kredit, pemotongan pulsa sepertinya belum menjadi opsi.

Whatsapp memang lebih simpel ketimbang platform lain, tetapi kesimpelannya ini yang menjadi nilai lebih ketimbang pemain lain yang sering mengandalkan smiley-smiley unik. Sistem pencarian temannya sangat sederhana, WA (Whatsapp) mengambil contact dari smartphone. Jauh lebih simpel ketimbang pesaing lain yang kadang nomor kontak saja tidak cukup.



2. Dropbox

Belakangan ini gue suka diminta foto-foto momen penting dan seringnya dadakan. Gue jarang bawa kamera tiap hari, tetapi gue selalu bawa Tablet. Nah, Dropbox sangat membantu dalam hal ini karena gue menginstallnya di Tablet dan mengupload setiap foto jika ada jaringan wifi. Kebetulan di kantor dipasang wifi yang lumayan cepat, maka sekali jepret setiap foto yang diambil masuk ke folder camera upload.

Tetapi hati-hati, jangan mengambil gambar yang aneh-aneh deh karena takutnya gak sempet hapus dan orang lain melihatnya di folder Dropbox komputer, gaswat.



3. Google Calendar

Kalender? cuma untuk lihat tanggalan doang? gak juga kok. Gue diharuskan untuk membuat catatan pekerjaan setiap harinya sebagai bukti bahwa gue gak makan gaji buta. Google Calendar sangat membantu dalam hal ini karena setiap harinya gue mencatatnya disini. Selain untuk mencatat kegiatan, Google Calendar juga bisa dibuat sebagai pengingat atau pengganti timeline schedule. Gak pernah make untuk bikin schedule dan catatan harian? dipake apa aja tuh Smartphone? :p



4. Opera Mini Web Browser

Gue mencoba banyak browser dan ujung-ujungnya akan memakai Opera Mini. Why? Because Opera Mini itu gak ngabisin kuota dan jauh lebih cepet ketimbang browser lain. Opera Mini memiliki banyak keterbatasan tapi kalo yang kamu pentingin hanya konten saja, maka kamu sangat cocok memakai Opera Mini.



5. Google Translate

Satu-satunya kamus yang paling sering gue buka adalah Google Translate. Apalagi sekarang sudah mendukung "Offline Mode" yang berarti tidak perlu tersambung Internet untuk melakukan penerjemahan (tentunya download file offline nya dulu). Google Translate lengkap dengan bookmark translate dan pelafalan hasil traslate, canggih kan?



Apakah kamu punya aplikasi favorit tetapi gak masuk di list ini? gak apa-apa, ini kan cuma pendapat gue doang, Tetapi 5 aplikasi tadi sangat layak kamu install di Android. Sebenarnya ada beberapa aplikasi yang juga gue sering buka, hanya aplikasi tersebut memang bawaan Tablet jadi tidak gue ikut sertakan.

21.50 by Putu Hadi · 1

Sabtu, 23 Maret 2013

Google Keep, Produk Google Baru Pesaing Evernote



Setelah menutup Reader, Google ternyata langsung mengeluarkan produk baru. Awalnya Google Keep hanya menjadi versi beta karena tidak diperkenalkan terang-terangan, tetapi tidak lama kemudian Google langsung mengumumkan Google Keep.

Emang apa sih sebenarnya Google Keep? sebelumnya gue mau tanya, kenalkah kamu dengan Evernote? Jika belum, gue sebenarnya males ngejelasinnya, maka dari itu silahkan googling aja. Secara singkat, evernote adalah sebuah aplikasi catatan berbasis cloud agar kamu bisa mencatat apapun dimanapun dan tidak hilang karena disimpan di cloud.

Aplikasi sejenis ini sangat cocok bagi orang-orang yang tidak suka idenya hilang begitu saja. Ide kadang harganya mahal, maka dari itu kamu tidak boleh melewatkan sedikitpun ide yang muncul di benak kamu.

Nah, Google membuat tandingan Evernote yang bernama Google Keep. Setelah gue pake, perbedaannya memang sangat besar dimana Google lebih menekankan "simplicity" dan "light". Persis seperti yang Google berikan di produknya yang lain. Google Keep untuk sementara bisa digunakan di Smartphone Android dan aplikasi webnya tergabung dengan Google Drive.

Fungsi Google Keep pada intinya hanya ada 2 yaitu :

1. Membuat Catatan
2. Membuat To Do List.

Google mempercantiknya dengan memberi fitur menyisipkan gambar, konversi audio ke tulisan, dan memberikan warna-warna pada setiap notes. Lihat gambar-gambar di bawah ini untuk lebih jelasnya :





Dan ini tampilan versi webnya :





Bagi gue, Google Keep sebuah aplikasi alternatif pesaing evernote. Apa sih perbedaannya? nanti deh gue review pemakaian Evernote dan Google Keep. Yang pasti, Google Keep akan menjaga setiap ide yang kamu punya dengan cepat dan simpel.

08.02 by Putu Hadi · 0

Sabtu, 09 Februari 2013

Mampukah BB10 mengancam Android?



1 hal yang gue pikirkan jika mendengar kata blackberry adalah "device kuno dengan menjual BBM dimana RAM-nya gak sampe 1GB plus miskin internal storage". Maaf jika kamu pengguna BB, tetapi gue gak habis pikir dengan BB yang miskin inovasi sementara pesaing lainnya seperti Android, iOS, dan Windows8 sudah berlari melewati teknologi BB.

Namun dengan peluncuran BB10 kemarin, gue mulai melirik Blackberry dan yakin kali ini Blackberry memang mengancam OS lain. Ada 6 alasan mengapa gue yakin Blackberry punya peluang untuk mengancam.


#1 Aplikasi yang sudah banyak.

Blackberry (dulunya RIM) sangat serius mempersiapkan aplikasi BB10 untuk user. Ini dibuktikan sudah masuknya aplikasi-aplikasi populer seperti whatsapp, skype, LINE, dan berbagai aplikasi lainnya yang sudah terlebih dahulu populer di OS lain. Bahkan Blackberry mengklaim sudah tersedia 70000 aplikasi di Store-nya. Selain aplikasi,walau terkesan telat, layanan musik dan video tentunya akan bersaing bebas dengan iTunes besutan Apple.

#2 Hilangnya BIS

Salah satu faktor gue kurang menyukai BB adalah BIS alias Blackberry Internet Service. Hal yang boros jika kamu sampai mengeluarkan lebih dari Rp.60000 hanya untuk sosial media. Padahal di Android, kamu bisa menikmati full service. Blackberry sadar betul kelemahan ini dan memutuskan tidak lagi memakai BIS di BB10. Yang berarti, Blackberry benar-benar bersaing bebas terutama dengan Android dan Windows8 dalam hal data mobile.

#3 Berubahnya User Interface dan style BB

Ada 2 smartphone BB yang dikeluarkan oleh Blackberry yaitu Z10 dan Q10. Keduanya termasuk revolusioner dalam segi bentuk, walau gue kurang menyukai bentuk Z10 karena lekukannya terkesan monoton ketimbang iPhone dan Galaxy series. Setidaknya Blackberry sudah mulai concern dengan bentuk touchscreen karena seri-seri touchscreen sebelumnya terbilang nanggung.

#4 Programming aplikasi yang mudah

Blackberry mengklaim bahwa memprogram aplikasi BB10 akan jauh lebih mudah ketimbang OS lainnya. Entah ini hanya klaim atau kenyataan, patut ditunggu perkembangan aplikasi BB10 apakah akan menyalip Windows8 atau malah lagi-lagi mentok di fitur unggulan BBM.

#5 BBM yang diperbaharui

Konon BBM di BB10 memiliki user interface yang baru, video call, dan voice call. Sayang untuk voice call hanya bisa dilakukan via jaringan Wifi. Tetapi perkembangan BB10 pasti terus dilakukan.

#6 Adanya BB10 harga menengah.

Blackberry setidaknya sudah mengatakan bahwa tidak hanya menelurkan Z10 dan Q10. Samsung menjadi penguasa pasar Smartphone oleh karena berbagai harga yang ditawarkan untuk segala lapisan pendapatan masyarakat. Sedangkan iPhone begitu digemari karena kesan mewah dan eksklusifnya. Entah BB10 akan mengambil jalan yang mana, tetapi device dengan harga yang jauh lebih murah dari Z10 dan Q10 harus disiapkan.

Well, kita tunggu saja janji blackberry. Siapapun tidak akan mau menghabiskan uang untuk membeli "alat BBM" dengan harga jutaan. Sudah saatnya Blackberry berbenah dan mencoba menasbihkan diri setidaknya menjadi yang nomor 3.

07.23 by Putu Hadi · 5

Selasa, 22 Januari 2013

Mau beli Phablet? Tablet? Hape? Coba Ikuti Saran Gue


Sebelumnya sori, gue males banget sekarang update blog karena update blog sebelah dan masih mikir gimana caranya dapet tambahan lagi karna gue udah mulai kere bayar utangan rumah.

Malah si bule yang kemarin ngasi infografik sampe nanya kapan gue bakal update post Android lagi.

Kerjaan gue sekarang lagi padet juga, pagi kerja, malem telponan sama cewe, dini hari ngamen di pengkolan.

Masih inget posting sebelumnya? ya, gue beli gadget baru(lagi). Bukan mau nyombong sih, cuma gue sebelumnya galau mau beli tablet, phablet, atau handphone. Kalo mau beli ketiganya gue bisa gak makan 1 tahun.

Gue akhirnya beli tablet Galaxy Tab 2 7 Inch, entah ini tablet atau phablet pokoknya sesuai dengan yang gue inginkan. Btw, kalo kamu juga bingung mau beli nyang mana, mari ikuti saran gue yang paling yahud. Asumsinya kamu punya uang yang bisa beli diantara 3 jenis ini dan OSnya Android :

Beli Handphone jika :

1. Kamu adalah early adopter Android
2. Kamu mau gadget masuk ke saku.
3. Kamu pengen memfoto dengan sigap.
4. Kamu masih doyan nelpon dengan nempelin HP ke telinga.
5. Mukamu gak minyakan.
6. Tanganmu imut-imut.

Beli Tablet jika :

1. Kamu suka nonton video.
2. Matamu udah gak beres (Minus, Plus, Silinder)
3. Kamu suka nyatet-nyatet.
4. Kamu gak apa-apa kalo gak ada GSMnya (Pada beberapa tablet tertentu)
5. Talenanmu raib.
6. Kamu gak punya bet pingpong

Beli Phablet jika :

1. Kamu suka nonton video berukuran besar dimana-mana dan matamu masih normal.
2. Kamu suka menggambar alias desainer.
3. Tanganmu jempol semua maka dari itu keyboardnya mesti gede-gede.
4. Pengen keren seperti serial korea.
5. Mukamu gak minyakan.

Gimana? saran tadi sangat membantu dong. Iya dong, gue gitu loh..

19.39 by Putu Hadi · 5

Senin, 24 Desember 2012

Selamat Liburan Dari Android


Wah, akhir tahun sudah dekat. Kalian kemana aja neh? kalo gue ya tetep aja di kosan, udah kemaren main ke Malaysia sama Singapura #sombong, jadi sekarang diem aja deh.

Akhir tahun ini, +Android  mengucapkan selamat berlibur dengan sangat unyu. Bercerita tentang tim Android yang lagi merayakan Natal, tapi si robot ijo Android hanya meratap kosong kayak gue karena gak ada temen yang ngerayain sama dia. Akhirnya salah satu staff Android menghiburnya dengan segala ornamen tetapi ada di layar gadget Android.

Daripada gue bacot lama-lama, liat deh videonya ini :


Selama 2012 ini, Android bener-bener menguasai dunia mobile. Beberapa hari belakangan gue di email sama orang bule, katanya gue salah satu orang yang menyebarkan Android d dunia maya #beh. Jadi gue dikasi infografik gratis untuk disebarkan agar banyak orang tahu, walaupun gak dapet duit sih ya..


Btw, gue juga mengucapkan Selamat Hari Raya Natal dan Tahun Baru yah, semoga 2013 Bumi belum kiamat dan kita bisa tetap berkarya dan memberi inspirasi. :D

09.44 by Putu Hadi · 2

Jumat, 27 Juli 2012

Android dibuat untuk dibajak


Pukulan telak bagi Android karena seorang developer bagi Scotlandia bernama Matt Gemmell menuliskan sebuah artikel yang sangat menarik tentang perkembangan Android. Kemarin Dailysocial dan Teknoup memang sudah menuliskan tentang Google yang tidak peduli dengan developer aplikasi Android dan terbukti dengan digratiskannya game Dead Trigger akibat aplikasinya terlalu banyak dibajak padahal harga Game ini di Android hanya seharga 0,99$. Berikut pernyataan pengembang :


Regarding price drop. HERE is our statement. The main reason: piracy rate on Android devices, that was unbelievably high. At first we intend to make this game available for as many people as possible - that's why it was for as little as buck. - It was much less than 8$ for SHADOWGUN but on the other hand we didn't dare to provide it for free, since we hadn't got XP with free-to-play format so far. - However, even for one buck, the piracy rate is soooo giant, that we finally decided to provide DEAD TRIGGER for free. Anyway - DEAD TRIGGER is not FREEMIUM, it always was and still remains FREE-TO-PLAY, that means, all players are able to play it without IAP! We stand up for this statement, because all members of our team are playing (and enjoying) DEAD TRIGGER without IAP.

--Madfinger GamesDevelopers of Dead Trigger

Sedari dulu gue udah melihat celah kelemahan Android adalah tidak dilindunginya pengembang dan Google sendiri lambat dalam menyambut pasar Android di Indonesia. Sudah seharusnya Google menggandeng operator-operator lokal untuk membiasakan orang membeli aplikasi dengan potongan pulsa.

Gue sendiri semenjak memiliki Kartu Kredit, walaupun mengerti cara oprek Android maupun iOS tetapi lebih memilih untuk membeli yang original dengan membayar. Alasannya simpel, pengembang juga butuh makan, maka dari itu walaupun 0,99$ akan cukup memberikan mereka secangkir kopi panas untuk tetap mengembangkan aplikasinya :D

Oh ya, tentang artikel yang menohok Android tadi bisa kamu temukan disini. Cuma belakangan ini gue gagal terus beli aplikasi di Android karena masalah merchant Google Play yang ditolak Kartu Kredit, entah mengapa tetapi niat sudah ada untuk menghargai pengembang lokal dan internasional. Maybe, untuk membeli aplikasi kita harus kesampingkan kata-kata "kalo ada gratis, ngapain beli" karena pengembang satu persatu akan lari dari lingkungan Android.

08.23 by Putu Hadi · 7

Sabtu, 07 Juli 2012

Mari Menengok Google Nexus 7


"Tablet di bawah 2 juta? ah palingan merk gak jelas". Wait a minute, Google I/O yang lalu akhirnya merilis Tablet mumpuni di bawah harga 2 juta yaitu hanya 199$ (sekitar 1,8 jutaan). Pembesut Tablet ini adalah raksasa Teknologi Taiwan : ASUS, yang pada I/O dipuji habis-habisan oleh Google karena desainnya yang benar-benar mantap. Apa yang bisa dilakukan Tablet ini? langsung saja simak video perkenalan Google Nexus 7 di event Google I/O:




Dan simak juga review tablet ini oleh TechnoBuffalo:




Perlu diingat, tablet ini hanya berukuran 7inch, tanpa slot SIM card dan tanpa kamera belakang. Jadi bisa dibilang ini benar-benar Tablet murni untuk membaca, main game, dan hanya bisa browsing ria lewat Wifi. Tapi secara umum, tablet ini gue prediksi akan laris manis ketika memasuki pasar Indonesia karena faktor harga dibandingkan pesaingnya iPad, Galaxy Tab, dan beberapa merk lain yang sudah wara-wiri. Tengok saja TechnoBuffalo yang berani memberi rating 9/10 untuk tablet ini. Tertarik?


05.38 by Putu Hadi · 3

Minggu, 24 Juni 2012

How Flipboard Save Your Day..


Flipboard save your day? How? Flipboard adalah sebuah aplikasi kurasi atau lebih simpelnya bisa disebut aplikasi All In One. Kebanyakan orang di dunia internet paling sering mengakses 2 hal ini : sosial media dan berita. Dan inilah segmen yang diambil oleh Flipboard.

Gue banyak mengenal aplikasi kurasi hanya lebih banyak Web-Based belum AppMobile-based. Melihat satu persatu apa yang terjadi di dunia melalui berita dan melalui sosial media begitu merepotkan di Smartphone. Bayangkan jika ingin cek status Twitter mesti buka app Twitter, cek status Fb mesti buka Facebook app, seterusnya dan seterusnya walaupun di browser mobile juga bisa dibuka sekalian namun tetap saja tidak bisa dalam 1 layar.

Flipboard save my day, absolutely this app awesome.. :D. Flipboard memang awalnya hanya disediakan untuk iOS. Tetapi beberapa waktu lalu akhirnya Android kebagian juga. Awalnya gue kira aplikasi ini akan berukuran lebih dari 4MB, dan ajibnya itu tidak terbukti karena ukuran sebenarnya hanya 2MB. Melihat Flipboard for iOS, gue mulai ragu apakah efek-efek ini akan berlaku juga di Android gue mengingat sementara Android yang gue berspesifikasi kurang bagus.

And..this is how this app save my day, dengan koneksi yang ga terlalu bagus gue bisa baca berita dan status dalam waktu yang bersamaan tanpa buka banyak tab atau aplikasi-aplikasi banyak. Kerennya, aplikasi ini berjalan sangat mulus pada Smartphone gue yang berCPU 600 Mhz.











Gue yakin dengan gambar-gambar di atas, kamu sudah bisa mengerti kenapa Flipboard save your time :D. Flipboard sangat cocok bagi yang gak mau waktunya habis buka sana-sini.

07.18 by Putu Hadi · 1

Kamis, 24 Mei 2012

LG Optimus L7, Android menengah layar wah..


LG sebagai Vendor Elektronik terbesar kedua di Korsel kembali menekan pesaing senegaranya dengan Smartphone menengah ke atas dengan harga bersaing. LG Optimus L7 segera mendarat di Indonesia dan bersaing dengan jajaran Smartphone Samsung seperti Galaxy W dan Ace.

Brand Ambas si L7 ini sepertinya Super Junior, gak ngaruh sih sama minat gue ngelirik L7 ini untuk mengganti si O1 yang sudah mulai menua. berikut pendapat gue tentang LG L7, sebagai pengamat Android siapa tahu bisa jadi pegangan kamu yang juga naksir Smartphone ini.

Desain

Great, entah mengapa gue lebih suka desain mode "L" nya LG yaitu kotak di setiap sudutnya, berbeda dengan SAMSUNG yang lebih memilih tanpa sudut. Coba saja bandingkan dengan Galaxy W atau Ace, tentunya selain menyiku di setiap sudut, layar L7 juga luas yaitu 4,3 inches, lebih besar dibandingkan dengan Smartphone sejenisnya. Teman saya mengatakan desain L7 ini "cowok" banget dan memang benar adanya. Dengan pilihan 2 warna yaitu black and metal(dikatakan white tetapi lebih ke metal), keduanya tampak elegan. Dimensi lengkapnya yaitu 125.5 x 67 x 8.7 mm dengan berat 122 g, tergolong ringan untuk smartphone yang lebar.



OS

L7 mengusung Android ICS, lagi-lagi memiliki OS tebaru ketimbang pesaingnya. Tampaknya ini akan membuat vendor lain panas, dan dengan begitu akan muncul Smartphone lain dengan harga sama dan kualitas lebih baik pastinya. Untuk aplikasi dan performa, gue belum tahu pasti tetapi tentunya ICS punya banyak kelebihan ketimbang Gingerbread.

Dapur Pacu

L7 ditenagai CPU sebesar 1GHz Cortex-A5 dan GPU Adreno 200. Dibandingkan Galaxy W memang keduanya masih di bawah. Yang gue sayangkan dengan layar besar harusnya GPU nya sedikit lebih tinggi. Ini pasti berpengaruh pada tampilan layar yang kurang tajam, walau belum mencoba tapi secara logika itu pasti.

Kamera dan Video

Dengan resolusi 5 MP, LED Flash, dan Autofocus maka bolehlah gadget ini bertanding dengan kelasnya, cuma video yang VGA @30fps membuatnya kalah kelas dengan Samsung Galaxy W. Sejujurnya memang harus ada yang dikorbankan dengan harga yang tidak terlalu tinggi.

Batere

Li-Ion 1700 mAh cukuplah menjawab berapa lama daya tahan L7 ini ketimbang Smartphone sejenis yang masih mengusung 1300 mAh.

Summary

Cukup 1 kata = keren dan menunggu untuk diboyong. Gue sebenernya gak terlalu mikirin game atau musik karena sudah ada iPod yang mengcover kedua fungsi tersebut. Untuk ukuran Smartphone menengah, L7 memang patut dicoba apalagi dengan ukuran layar yang paling luas dibandingkan pesaingnya. So...L7 akan masuk dalam jajaran calon pengganti Optimus One gue, kecuali 2-3 bulan ke depan Samsung mengeluarkan pesaing barunya.






Note : Ada yang mau nyumbang biar cepet belinya?

sumber gambar : www.gsmarena.com

21.27 by Putu Hadi · 1

Rabu, 09 Mei 2012

Google Drive muncul di Android (Indonesia)


Google memang telah mengeluarkan Google Drive, tetapi katanya masih terbatas di Amerika. Tidak juga, ternyata Gdrive adalah transformasi Google Docs jika kamu sudah menginstall Google Docs di Hape Androidmu. Ini bermula dari sebuah update di Android gue yang berlambangkan Google Drive. Oleh karena penasaran maka gue update saja dan ketika selesai. Gue cari lambang Drive di menu eh ternyata ada, cekidot gambar penampakan Drive di Optimus One gue:



Melihat gambar di atas maka memang Google Docs bertransformasi menjadi Google Drive. User Interface ketika masuk ke aplikasinya tidak ada perubahan sama sekali alias masih seperti Google Docs.


Gue berhasil mengupload 1 file Mp3 Super Junior dengan lagunya Sorry-Sorry :p dan berhasil..




14.05 by Putu Hadi · 3